You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Kunjungan Wisatawan ke Pulau Seribu Menurun Drastis
photo Suparni - Beritajakarta.id

Kunjungan Wisatawan ke Pulau Seribu Menurun Drastis

Kunjungan wisatawan ke Pulau Seribu periode Januari-Agustus 2015 jauh menurun dibandingkan tahun. Pemasalahan transportasi diduga menjadi penyebab menurunnya kunjungan wisatawan.

Kita mengalami peningkatan saat lebaran kemarin saja, lebih tinggi dibanding lebaran tahun lalu. Tapi secara umum  menurun karena tahun lalu cuacanya cukup bagus

"Kalau tahun ini menurun, mungkin karena gencarnya pemberitaan soal cuaca buruk karena transportasinya masih bergantung terhadap alam," ujar Irfan Guci, Kepala Suku Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kepulauan Seribu, Jumat (11/9).

Dari data yang dimiliki Sudin Pariwisata dan Kebudayaan Kepulauan Seribu, data kunjungan pada bulan Januari-Agustus 2014 untuk wisatawan lokal; 1.352.923 orang, dan asing; 9.570 orang. Sementara pada bulan Januari-Agustus 2015 untuk wisatawan lokal 615.684 orang, dan asing; 7.118 orang.

Wisatawan Kepulauan Seribu Diprediksi Makin Melonjak

Menurut Irfan, selain faktor alam diperkirakan juga karena minimnya anggaran secara umum di Pemprov DKI Jakarta untuk kegiatan promosi, khususnya untuk pariwisata Kepulauan Seribu.

"Kita mengalami peningkatan saat lebaran kemarin saja, lebih tinggi dibanding lebaran tahun lalu. Tapi secara umum  menurun karena tahun lalu cuacanya cukup bagus," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1162 personAnita Karyati
  2. Kelurahan Tanjung Duren Selatan Panen 14 Kilogram Sayuran

    access_time04-08-2026 remove_red_eye1143 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Pelaku Usaha Ikan Hias Dilatih Budi Daya Ramah Lingkungan

    access_time04-08-2026 remove_red_eye906 personAnita Karyati
  4. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye896 personFakhrizal Fakhri
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye831 personBudhi Firmansyah Surapati